Warta Jawa Tengah

Bayi Laki-laki Ditemukan Hidup dalam Kardus di Kebun Pisang

WARTA NOW. KUDUS – Warga Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di sebuah kebun pisang, Jumat (4/9/2026).

Bayi tersebut ditemukan dalam sebuah kardus dengan kondisi terbungkus kain. Saat ditemukan, bayi masih dalam keadaan hidup dan diduga baru beberapa jam dilahirkan.

Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan, bayi pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 10.00 WIB.

” Saat pertama ditemukan, bayi dalam kondisi hidup. Masih ada bercak darah. Kemungkinan tiga jam setelah dilahirkan,” kata Subkhan, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, bayi tersebut memiliki panjang tubuh sekitar 46 sentimeter dengan berat 2,8 kilogram.

Setelah menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi penemuan yang berada di sekitar kebun pisang. Untuk memberikan pertolongan awal, bayi kemudian dibawa ke rumah warga sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Kudus untuk mendapatkan perawatan medis.

Subkhan mengungkapkan, kondisi tali pusar bayi saat ditemukan juga menjadi perhatian. Tali pusar tersebut diduga dipotong secara tidak rapi sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan infeksi.

“Bayi kan tiga jam sekali harus minum. Kemudian tali pusarnya juga sepertinya dipotong asal-asalan. Ini sudah kami bawa ke RSUD supaya mendapatkan perawatan intensif,” ujarnya.

Lokasi pembuangan bayi berada di area kebun pisang yang cukup jauh dari permukiman warga. Di sekitar lokasi tersebut tidak terdapat rumah warga.

Beruntung, tangisan bayi terdengar oleh warga yang melintas sehingga keberadaannya diketahui dan segera mendapatkan pertolongan.

“Jadi bayi itu menangis karena mungkin digigit semut, karena memang saat ditemukan ada semut. Kalau bayi itu tidak menangis mungkin tidak tahu, karena itu tidak ada rumah warga di sekitarnya,” ungkap Subkhan.

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut di lokasi.

Polisi juga telah mengumpulkan informasi awal dari masyarakat sekitar guna mencari petunjuk mengenai keberadaan orang tua bayi maupun pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.

Subkhan mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait penemuan bayi tersebut agar segera menyampaikannya kepada kepolisian.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang peristiwa penemuan bayi tersebut, sekaligus memastikan keselamatan dan hak-hak bayi tetap menjadi perhatian utama,” pungkasnya. (Kyt)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button